Distribution Partner

Beberapa teknologi yang baru “cutting-edge” beberapa tahun lalu, sekarang udah diterapkan secara besar-besaran.

Tren lain yang mulai jadi arus utama adalah distribution center bertingkat. Didorong oleh kebutuhan untuk menempatkan operasi distribusi di area urban, sedekat mungkin dengan pelanggan, DC (distribution center) zaman sekarang seringkali dibangun “ke atas”, bukan “melebar”, lengkap dengan teknologi pendukung untuk memindahkan produk antar lantai — seperti elevator dan spiral conveyor.

Inovasi dalam teknologi distribusi banyak menyita perhatian media. Robot otonom bekerja berdampingan dengan, dan kadang menggantikan, pekerja manusia untuk tugas-tugas seperti memindahkan barang di dalam gudang dan mengambil produk menggunakan lengan robotik. Robot-robot ini menawarkan fleksibilitas lebih tinggi dan potensi biaya yang lebih rendah dibanding investasi pada conveyor dan sorter. Robot ini juga sering dipadukan dengan sistem GTP (Goods-to-Person) yang disebutkan sebelumnya, untuk menciptakan solusi goods-to-robot yang sangat efisien.

Perusahaan-perusahaan visioner berinvestasi pada teknologi distribusi untuk meraih keunggulan kompetitif. Tapi teknologi baru ini nggak cocok buat semua orang — dibutuhkan analisis yang matang untuk memastikan investasi tersebut benar-benar sepadan dengan nilai yang dihasilkan bagi operasional perusahaan. Seiring teknologi ini makin canggih dan makin terjangkau, adopsinya akan makin luas dan jadi hal yang umum di industri.

Prospek ke Depan

Dua tren utama akan mendorong perubahan besar di dunia distribusi dalam beberapa tahun ke depan. Tuntutan yang terus meningkat akan pemrosesan pesanan yang lebih cepat akan mendorong perusahaan untuk memindahkan inventaris lebih dekat ke pelanggan mereka. Hal ini akan menghasilkan distribution center yang lebih kompak dan bertingkat, dibangun di area perkotaan. Selain itu, kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia akan mendorong lahirnya teknologi baru yang membuat tenaga kerja lebih efisien, dan/atau bahkan menghilangkan kebutuhan tenaga kerja manusia sepenuhnya. Seiring dengan itu, akan muncul pergerakan yang lebih besar menuju distribution center “lights out” (tanpa operator manusia).